"
Uda kanduang dirantau urang
Pulanglah uda ditanah Jao
Rindu lah lamo indak basuo
Apokah dayo
Lupo kok uda jo diri denai
Sumpah jo janji
Maso sapayuang kito baduo
Ondeh...uda sibirantulang
Lah tibo pulo kapal balabuah
Uda den nanti di Taluk Bayua
Tak kunjuang tibo.
Ondeh..uda pulanglah uda
Ditanah jao dirantau urang
Kini lah lupo..kini lah lupo
Jo gadih Minang
Jankan surek kaba barito
Denai mananti..denai mananti
Jo aie mato..
Malangnyo badan
Cinto digantuang indak batali 2x
Ondeh uda oi..pulanglah uda
"
kalo ada yang nyanyi itu saat ini juga padaku, ku kan pulang menjemput rindu itu
Monday, October 28, 2013
Saturday, October 5, 2013
lagi
dan tertinggal lagi. rumah pikiran dan perbahasaan selama 3 bulan ini kutinggal. sudah begitu banyak yang terjadi dalam kurun waktu yg tertinggalkan itu. pasca studio 4, ekskursi, paspor dan singapore, seminggu di awal studio akhir.
...mungkin bakal ada tulisan tentang kisah-kisah itu. judulnya udah ada tuh. hahaha
namun yang paling terakhir yang ingin dikisahkan adalah tentang kehilangan. mungkin mereka sebut itu culture shock, ku pun anggap begitu. yang mana belum dapat disebut culture karna baru terjadi beberapa hari.
alkisah setelah berbagai masalah yang terlewati dengan baik, perjalanan menuju singapore pun terjadi. 4 hari, terus berada di dalam orang-orang terdekat. siang malam berkegiatan dan mungkin mengenal lebih jauh. ketika itu ku pun teringat wakatobi, pada kebersamaan dan kegiatannya. Mungkin tidak perlu terlalu jauh berkisah tentang singapore, yang jelas pasca singapore, kebersamaan terus terjadi secara berkelanjutan dengan hadangan persiapan-internal-proyek-awal-studio-akhir. dengan tidak memiliki ekspektasi tinggi, kegiatan 'pindah kosan' selama seminggu di studio pun terjadi.
Seminggu.
hari ini, hari setelah seminggu itu, kembali pada kenyataan kesendirian. bukan sepi, hanya fakta.
mungkin ku butuh itu, karna apapun secara berlebihan tidak akan pernah baik. ku butuh kontemplasi, karena bulan depan resmi sudah kuhadapi hidup ini selama 21 tahun.
mungkin ku butuh itu, atau entah.
*cieeh
**entah mengapa terlihat super galau
***dan di akhir kalimat terakhir tadi, radio langsung memainkan lagu kahitna- tak sebebas merpati. sialan.
...mungkin bakal ada tulisan tentang kisah-kisah itu. judulnya udah ada tuh. hahaha
namun yang paling terakhir yang ingin dikisahkan adalah tentang kehilangan. mungkin mereka sebut itu culture shock, ku pun anggap begitu. yang mana belum dapat disebut culture karna baru terjadi beberapa hari.
alkisah setelah berbagai masalah yang terlewati dengan baik, perjalanan menuju singapore pun terjadi. 4 hari, terus berada di dalam orang-orang terdekat. siang malam berkegiatan dan mungkin mengenal lebih jauh. ketika itu ku pun teringat wakatobi, pada kebersamaan dan kegiatannya. Mungkin tidak perlu terlalu jauh berkisah tentang singapore, yang jelas pasca singapore, kebersamaan terus terjadi secara berkelanjutan dengan hadangan persiapan-internal-proyek-awal-studio-akhir. dengan tidak memiliki ekspektasi tinggi, kegiatan 'pindah kosan' selama seminggu di studio pun terjadi.
Seminggu.
hari ini, hari setelah seminggu itu, kembali pada kenyataan kesendirian. bukan sepi, hanya fakta.
mungkin ku butuh itu, karna apapun secara berlebihan tidak akan pernah baik. ku butuh kontemplasi, karena bulan depan resmi sudah kuhadapi hidup ini selama 21 tahun.
mungkin ku butuh itu, atau entah.
*cieeh
**entah mengapa terlihat super galau
***dan di akhir kalimat terakhir tadi, radio langsung memainkan lagu kahitna- tak sebebas merpati. sialan.
Subscribe to:
Comments (Atom)