Adalah lagu yang paling tepat untuk sebuah cerita gila tentang psychopath. Yap, cerita gila tentang orang-orang gila. Dan ditujukan untuk orang gila.
Gila.
Sejauh ini tidak ada yang tau sisi cerah dari orang-orang yang dicerahkan tersebut. Sisi cerah? Ya, sisi cerah mungkin adalah yang paling tepat untuk melukiskan gambaran hidup mereka. Hampir semua film, bahkan semua film yang sudah penulis tonton tentang psychopath hanya menunjukkan bagaimana aksi mereka, bagaimana dampak bagi korban mereka, dan apa motif mereka. Belum ada yang menceritakan apa yang mereka rasakan, apa yang ada dalam pikiran mereka, dan bagaimana mereka menanggapi orang-orang yang bernasib sama dengan mereka. Mereka sama-sama manusia memang, walaupun mengambil jalur yang sedikit ekstrim.
Si Martin (si penulis cerita film, dan yang di dalam film) yang pada akhirnya menjadi orang yang tercerahkan adalah karakter yang menarik, baik di dalam film maupun sebagai penulis cerita filmnya. Entah bagaimana kehidupan aslinya sebagai penulis cerita film, tapi sebagai yang ada di film dia adalah tipikal pemeran utama kedua; orang biasa (tidak ada yang spesial dalam dirinya) yang melihat dan berada di dalam kejadian luar biasa. Dia tidak mengalami, dia hanya berada di waktu dan tempat yang tepat. Karena ketika mengalami, ia harus menjadi salah satunya, atau paling tidak merasakan hal yang sama dengan lingkungannya.
Well, dia tidak.
Ia tetap menjadi orang yang sama, meskipun mendapat pencerahan di akhir kejadian.
Sudahlah, film tadi adalah sebuah cerita yang sangat menarik untuk disimak. Harus tonton (kecuali jika anda tidak kuat melihat darah).
-888-
Omong-omong, First Cut is the Deepest adalah salah satu lagu yang paling saya sukai. Versi manapun.
Selalu Positiv!
No comments:
Post a Comment